Pemrograman mikrokontroler merupakan salah satu keterampilan penting dalam bidang elektronika dan teknologi modern. Mikrokontroler digunakan sebagai "otak" dari berbagai perangkat elektronik, mulai dari sistem otomatisasi rumah, perangkat IoT (Internet of Things), hingga aplikasi industri. Dalam materi ini, kita akan berfokus pada dua jenis mikrokontroler yang populer dan banyak digunakan, yaitu Arduino Uno dan ESP32.
Materi pembelajaran ini dirancang secara bertahap agar mudah dipahami, mencakup hal-hal berikut:
Perkenalan Mikrokontroler
Memahami konsep dasar mikrokontroler, perbedaan dengan mikroprosesor, serta fungsi dan peranannya dalam sistem elektronik.
Pemrograman PIN
Cara mengakses dan mengontrol pin digital maupun analog, termasuk input (sensor) dan output (aktuator).
Jenis dan Fungsi Pin
Mengenal pin yang tersedia pada Arduino Uno dan ESP32, seperti pin digital, analog, PWM, komunikasi serial (UART, SPI, I2C), serta pin khusus seperti ADC/DAC pada ESP32.
Bahasa Pemrograman
Pengenalan bahasa pemrograman yang digunakan, terutama berbasis C/C++ untuk Arduino IDE, serta integrasi dengan MicroPython pada ESP32.
Sensor dan Aktuator
Memahami berbagai jenis sensor (misalnya sensor suhu, cahaya, gerak) dan aktuator (misalnya LED, motor DC, relay) yang dapat dihubungkan dengan mikrokontroler.
Proyek Sederhana
Implementasi nyata dalam bentuk proyek sehari-hari, seperti sistem lampu otomatis, pengukur suhu ruangan, atau kontrol kipas berbasis sensor.
Latihan dan Soal Praktik
Disediakan soal-soal praktik untuk menguji pemahaman, mulai dari pemrograman dasar pin hingga integrasi sensor dan aktuator dalam sebuah proyek mini.
Setelah mengikuti materi ini, peserta diharapkan:
Memahami konsep dasar mikrokontroler dan cara kerjanya.
Mampu memprogram pin pada Arduino Uno dan ESP32 sesuai kebutuhan.
Menguasai penggunaan bahasa pemrograman dasar untuk mikrokontroler.
Dapat mengintegrasikan sensor dan aktuator dalam proyek sederhana.
Memiliki keterampilan praktis melalui latihan soal dan proyek nyata.
Materi ini tidak hanya berorientasi pada teori, tetapi juga menekankan praktik langsung agar peserta terbiasa dengan proses pemrograman dan penerapan teknologi dalam kehidupan sehari-hari. Dengan pendekatan ini, pembelajaran akan lebih bermakna, aplikatif, dan menyenangkan.
Apakah Anda ingin saya bantu menyusun contoh soal praktik yang sesuai dengan setiap tahap materi, agar bisa langsung digunakan dalam kelas?
Tata Tertib Pelajaran Pemrograman Mikroprosessor dan mikrokontroler di Laboratorium Komputer
Ikuti pelajaran dengan serius dan penuh tanggung jawab.
Tidak diperkenankan saling memperlihatkan jawaban program.
Siswa harus berlatih menemukan solusi sendiri atas permasalahan yang diberikan.
Pastikan memahami materi yang di ajarkan, materi akan saling berkaitan. Kurang pemahaman pada materi saat ini akan menghambat memperlajari materi selanjutnya. Silahkan ajukan pertanyaan saat merasa kesulitan.
Dilarang menyalin (copy–paste) program dari internet maupun dari teman.
Alasan:
Melatih keterampilan menulis kode secara mandiri.
Membiasakan ketelitian dalam penulisan sintaks.
Membentuk kebiasaan memahami alur logika, bukan sekadar menyalin hasil jadi.
Kesalahan kecil dalam penulisan (misalnya tanda titik koma, kurung, atau indentasi) justru menjadi latihan penting untuk meningkatkan ketelitian.
Menghambat pemahaman konsep dasar pemrograman.
Menurunkan kreativitas dan kemampuan analisis.
Membuat siswa bergantung pada orang lain, sehingga tidak siap menghadapi ujian atau tantangan nyata di dunia kerja.
Gunakan komputer sekolah hanya untuk kegiatan belajar yang positif.
Jaga kebersihan, keamanan, dan ketertiban perangkat.
Hindari tindakan yang dapat merusak hardware maupun software.
Selalu cek rangkaian rankaian yang telah selesai dirangkai, diskusikan rangkaian dengan teman kelompoknya.
Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan tidak ada kesalahan sambungan yang dapat menyebabkan kerusakan pada komponen maupun komputer.
Rangkaian harus diperiksa terlebih dahulu oleh guru atau asisten laboratorium sebelum menghubungkan rangkaian dengan komputer.
Jika terjadi kerusakan komponen akibat rangkaian yang tidak diperiksa, maka siswa bertanggung jawab mengganti kerusakan tersebut.
Kelompok tidak boleh berganti-ganti anggota selama satu semester.
Tempat duduk kelompok harus selalu sama sesuai pembagian awal.
Gunakan paket alat praktik sesuai nomor kelompok yang telah ditentukan.
Pastikan alat praktik tidak tertukar dengan kelompok lain.
Setelah pelajaran selesai, kembalikan semua bahan dalam kotak dan alat praktik ke tempatnya.
Tidak boleh ada bahan atau alat yang tertinggal di meja atau laboratorium.
Dilarang bermain game menggunakan komputer sekolah maupun HP selama jam pelajaran.
Dilarang membuka aplikasi atau situs yang tidak berhubungan dengan pembelajaran.
Dilarang mengubah pengaturan komputer tanpa izin guru atau teknisi.
Manfaatkan waktu di laboratorium untuk eksplorasi, mencoba, dan berkreasi dengan kode program.
Saling membantu dalam bentuk diskusi konsep, bukan berbagi jawaban jadi.
Menumbuhkan budaya belajar mandiri, kreatif, dan bertanggung jawab.