Arduino menggunakan sintaks mirip bahasa C/C++, tetapi lebih sederhana dan mudah dipahami.
Konsep Penting dalam Pemrograman mikrokontroler ESP32 menggunakan Arduino IDE adalah:
Struktur Program
Variabel dan Tipe Data: int, float, char, boolean.
Kontrol Alur: if-else, for, while, switch-case.
Fungsi: Membuat kode modular dan mudah dibaca.
library: sekumpulan kode siap pakai, umumnya library digunakan untuk mempermudah menggunakan sensor
0. Program umumnya memiliki bagian header (library) dan deklarasi variabel global di bagian atas sebelum void setup().
Header / Library (#include): Bagian paling atas untuk memanggil pustaka tambahan (misal: #include <Servo.h>).
Deklarasi Variabel Global: Tempat mendefinisikan variabel yang dapat diakses oleh seluruh fungsi. Struktur program Arduino (disebut sketch) terdiri dari dua fungsi utama: void setup() dan void loop()
void setup() hanya dilakukan sekali setelah arduino menyal
Digunakan untuk konfigurasi awal seperti pinMode() (input/output), komunikasi serial (Serial.begin()) dan membuat variable.
2. void loop() untuk eksekusi perintah utama secara berulang
void loop(): Fungsi yang berjalan terus-menerus (looping) setelah setup() selesai. Di sinilah logika utama program (pembacaan sensor, kontrol aktuator) diletakkan. Menggunakan sintaks bahasa C dengan titik koma (;) di setiap akhir baris
3. Verify
Digunakan untuk mengecek program apakah ada yang salah ketik atau tidak. Kesalahan pada program seperti salah penulisan huruf besar atau huruf kecil, tanda titik koma ";" setiap di akhir program, tanda kurung kurawal, tanda koma dll.
4. Upload
Digunakan untuk mengubah program ke bahasa mesin(mikrokontroler), kemudian memasukkan bahasa mesin ke dalam mikrokontroler. Pastikan sudah mengubah Board dan Port yang sesuai sebelum memencet tombol Upload
5. Board
Ada banyak macam seri mikrokontroler. Pastikan pilih seri yang benar. Dalam materi ini, pilihlah arduino ESP32.
6. PORT
Port disini maksudnya adalah jalur komunikasi fisik yang menghubungkan komputer dengan mikrokontroler. Salah memilih port akan mengakibatkan program tidak bisa sampai ke board mikrokontroler. Board ESP32 akan terdeteksi dengan nama COM3, COM4, COM5 dan seterusnya tergantung komputer yang digunakan. Biasanya ESP32 terdeteksi selain di COM1, jadi jangan pilih COM1. Jika hanya terdapat COM1 atau malah tidak ada sama sekali PORT yang terdeteksi maka cek lagi kabel atau perlu instal driver CH340